Sejarah Prodi Hukum Tatanegara (Siyasah)
Profil Program Studi

Sejarah Program Studi Hukum Tatanegara (Siyasah)

Program Studi Hukum Tatanegara (Siyasah) hadir sebagai ruang akademik untuk membentuk insan yang unggul, berintegritas, analitis, inovatif, serta memiliki jiwa kepemimpinan dalam bidang ketatanegaraan yang berlandaskan nilai-nilai keislaman.

Program Studi Hukum Tatanegara (Siyasah), yang selanjutnya dikenal dengan singkatan Prodi Hukum Tatanegara (Siyasah), merupakan program studi yang berfokus pada kajian siyasah. Dengan karakteristik tersebut, Prodi Hukum Tatanegara (Siyasah) tidak hanya mempelajari hukum tata negara dalam pengertian umum, tetapi juga menempatkan dimensi keislaman sebagai landasan utama dalam memahami persoalan politik, hukum, dan kenegaraan.

Orientasi Keilmuan

Mengintegrasikan kajian hukum tata negara dengan siyasah Islam untuk melahirkan lulusan yang mampu memahami dinamika politik dan ketatanegaraan secara komprehensif.

Karakter Lulusan

Dipersiapkan menjadi sumber daya manusia yang handal, kompetitif, kritis, inovatif, dan mampu memberikan solusi atas persoalan umat di tengah perkembangan peradaban global.

Landasan dan Arah Pengembangan

Prodi Hukum Tatanegara (Siyasah) dikembangkan sebagai wadah pendidikan tinggi yang berperan dalam mencetak lulusan yang mampu berkecimpung di dunia politik dan ketatanegaraan dengan berpijak pada nilai-nilai Islam. Oleh karena itu, program studi ini diarahkan untuk menjadi pusat pengembangan ilmu hukum Islam yang berfungsi sebagai sarana interaksi antara potensi politik, umat, dan budaya.

Untuk mewujudkan peran tersebut, Prodi Hukum Tatanegara (Siyasah) mengembangkan seperangkat keilmuan dasar Islam yang kuat, disertai pembelajaran ilmu politik dan kenegaraan dengan konsentrasi Hukum Tatanegara (Siyasah). Kombinasi ini diharapkan mampu membentuk pola pikir mahasiswa yang kritis, cerdas, berkarakter, serta memiliki pandangan universal terhadap nilai-nilai Islam dan kehidupan bernegara.

Kedudukan Kelembagaan

Program Studi Hukum Tatanegara (Siyasah) berada di bawah Fakultas Syariah, Institut Agama Islam Al-Zaytun Indonesia (IAI AL-AZIS). IAI AL-AZIS memperoleh izin penyelenggaraan pendidikan tinggi pada tanggal 10 Desember 2012 berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia Nomor 2673 Tahun 2012.

Institut ini berada di bawah naungan Yayasan Pesantren Indonesia (YPI) dengan lokasi kampus di kawasan Ma’had Al-Zaytun, Desa Mekarjaya, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Sejak memperoleh izin penyelenggaraan, IAI AL-AZIS terus berkembang dengan menyelenggarakan enam program studi pada tiga fakultas, yaitu Fakultas Tarbiyah, Fakultas Syariah, dan Fakultas Dakwah.

Perjalanan dan Perkembangan Prodi

2013

Prodi Hukum Tatanegara (Siyasah) memulai operasionalnya pada bulan September 2013 dengan pusat kegiatan perkuliahan di Gedung Jenderal Besar Haji Muhammad Soeharto.

2016

Prodi HTN melaksanakan akreditasi pertama pada saat memasuki tahun ketiga operasional dan telah memiliki lulusan. Berdasarkan Surat Keputusan Kepala BAN-PT Nomor 1174/SK/BAN-PT/Akred/S/VII/2016 tanggal 21 Juli 2016, Prodi HTN memperoleh nilai 257 dengan predikat C (Cukup).

2022

Pada tahun 2022, Prodi Hukum Tatanegara (Siyasah) mengajukan reakreditasi dan berdasarkan Surat Keputusan Kepala BAN-PT Nomor 9073/SK/BAN-PT/Ak/S/XI/2022 memperoleh nilai 234 dengan predikat Baik.

Kini

Unit Pengelola Program Studi terus berkomitmen meningkatkan mutu tata kelola, proses akademik, dan luaran pendidikan agar peringkat akreditasi pada masa mendatang semakin meningkat.

Komitmen Prodi Hukum Tatanegara (Siyasah)

Dengan fondasi keilmuan Islam, orientasi siyasah, serta semangat pengembangan mutu berkelanjutan, Program Studi Hukum Tatanegara (Siyasah) berkomitmen menjadi pusat pembelajaran yang melahirkan lulusan unggul, berintegritas, dan siap berkontribusi bagi kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara.